Wavy Tail

Jumat, 21 Februari 2014

MAKNA SUKSES

MAKNA SUKSES




Setiap manusia pasti ingin sukses. Ada yang 
ingin memperoleh kesuksesan dari usahanya, ada 
juga sukses dengan karirnya, atau bahkan suskes 
dalam membina rumah tangganya. Namun, masih 
banyak dari kita yang belum tahu betul makna dari 
sebuah kesuksesan. Bahkan sebagian besar orang 
selalu mengkaitkan kesuksesan hidup dengan 
keberhasilan secara finansial. Lalu, apa sih makna 
dari kata sukses itu sendiri?



Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), 
sukses berarti berhasil; beruntung. Sementara menurut ensiklopedia 
bebas Wikipedia, sukses didefinisikan sebagai suatu kehormatan atau 
prestise yang dikaitkan dengan pencapaian suatu kedudukan
seseorang dalam status sosialnya.



Tapi apakah kata berhasil atau beruntung sudah cukup memuaskan anda 
akan makna dari kata sukses itu sendiri? Jika arti dari kata sukses hanya 
sekedar berhasil atau beruntung dari sisi finansial, maka boleh jadi hanya 
sedikit sekali orang yang sukses di muka bumi ini. Semua orang lalu 
akan berpendapat bahwa hanya orang-orang seperti Bill Gates lah orang 
yang sukses. Dan jika melihat sukses dari segi karir, maka hanya orang-orang 
yang bisa menduduki jabatan presiden, menteri atau pejabat tinggi negara 
lainnya lah yang telah mencapai kesuksesan.

Namun ternyata makna sukses jauh lebih luas dari ulasan yang diuraikan 
di atas. Setelah merenung dan memperhatikan serta bertanya-tanya kepada
banyak pihak, akhirnya penulis berkesimpulan bahwa seseorang dikatakan 
telah sukses jika orang tersebut telah memberikan manfaat kepada dirinya 
sekaligus kepada orang lain atau lingkungannya. Terlepas dari masalah 
bahwa orang tersebut berhasil atau tidak, baik dari segi finansial, 
karir dan sebagainya. Terlepas pula dari masalah bahwa orang tersebut 
menjadi kaya atau tetap miskin, atau berhasil menjadi pejabat tinggi maupun 
tetap menjadi pegawai rendahan. Pokoknya selama orang tersebut telah 
memberikan manfaat bagi lingkungan dan dirinya, maka tidak ada kata 
lain kecuali dikatakan bahwa orang tersebut telah sukses.

Untuk memperkuat hipotesa di atas, ada baiknya diberikan dua ulasan 
contoh dalam kehidupan yang mudah-mudahan dapat memperkuat 
argumen di atas.

Contoh Kasus Pertama :
Di sebuah desa terpencil hiduplah sebuah keluarga yang 
dari seorang janda tua beserta seorang anaknya yang 
sulung. Anak kedua, ke tiga dan ke empat telah hidup 
berhasil di kota besar. Si sulung hanya berprofesi sebagai 
petani meneruskan jejak ayahnya yang telah lebih dahulu 
menghadap Sang Pencipta di kala si sulung dan adik-adiknya 
masih kecil. Sementara ibunya sudah tidak sanggup lagi 
bekerja di sawah.

Suatu ketika ada perbincangan antara janda tua tersebut dengan 
salah seorang pemuka desa. Berikut potongan dari isi 
perbincangannya :

Pemuka Desa : Ibu, kenapa kok anak sulung ibu hanya bekerja 
sebagai petani, sementara adik-adiknya telah sukses di kota menjadi 
dokter, insinyur dan pejabat tinggi di ibu kota? Apakah ibu tidak 
kasihan melihat si sulung yang tidak sukses seperti adik-adiknya?

Janda Tua : Oh, tentu tidak. Bagi saya si sulung adalah anak saya 
yang paling sukses. Karena berkat jasa dia lah, anak-anak saya 
yang sekarang hidup di kota besar telah berhasil. Si sulung lah 
yang telah membiayai sekolah adik-adiknya hingga lulus manjadi 
sarjana dan dapat hidup mandiri.

Contoh Kasus Kedua :
Suatu ketika ada sebuah pesawat melintas di atas samudra yang 
luas. Karena cuaca sedang tidak bersahabat, sehingga 
menyebabkan pesawat tersebut lepas kendali dan akhirnya jatuh ke laut. Semua awak dan penumpangnya mati tenggelam kecuali 
seorang penumpang yang berhasil selamat karena sebelum pesawat 
tersebut tercebur ke laut, dia secara tidak sengaja terpental ke luar 
pesawat dan akhirnya terapung-apung selama beberapa hari di tengah samudra. Sampai pada akhirnya dia terbawa ombak dan terdampar di 
sebuah pulau kecil tak berpenghuni.

Setelah dia siuman, lalu berusaha mencari bantuan dengan 
berkeliling pulau tersebut tidak memperoleh hasil, akhirnya dia 
memutuskan untuk bertahan hidup dengan makanan seadanya
di pulau tersebut. Dia membangun tempat tinggal dari dahan dan 
ranting seadanya. Dia makan dari tumbuhan dan hewan laut 
sesuai kemampuan dia. Sampai akhirnya tidak terasa dia sudah 
tinggal selama 5 tahun di pulau tersebut.

Selama masa bertahan hidup di pulau tersebut, dia tetap 
menjaga keseimbangan alam di mana dia hidup. Dia tidak membunuh 
hewan yang memang tidak dapat dia makan atau mengganggu dia. Dia 
tidak merusak bebatuan dan tidak pula menebang pohon jika dia 
tidak membutuhkan. Bahkan dia bercocok tanam dari biji-bijian 
buah yang dia makan. Atau dengan perkataan lain, dia selalu 
bersahabat dengan alam pulau tersebut. Sampai pada akhirnya, 
dia tutup usia di pulau tersebut tanpa ditemani sahabat dan kerabat.

Dari kasus kedua ini, jika definisi sukses selalu berkaitan dengan 
keberhasilan dan keberuntungan secara finansial, karir, dan 
keluarga, maka hidup orang yang terdampar seperti di atas sangat 
jauh dari kata sukes. Namun jika dilihat dari sudut pandang 
keberhasilan dia dalam memberikan manfaat bagi lingkungan di 
sekitarnya, maka orang ini dapat dipastikan sebagai orang sukses.

Jadi, akhirnya kita bisa merasakan bahwa kita yang mungkin hanya 
bekerja sebagai kuli bangunan, atau penyapu jalanan, juga bisa 
dikatakan sukses. Atau seorang tukang becak tapi dia berhasil 
menyekolahkan anaknya hingga menjadi orang, juga bisa dikatakan 
telah sukses. Sementara di sisi lain, seorang pejabat tinggi negara 
yang lengkap dengan kekayaanya, tapi dia hanya membuat kesulitan 
atau melakukan korupsi, tanpa memberikan solusi bagi kehidupan 
orang banyak, maka dia belum dapat dikatakan sukses.

Pada akhirnya, marilah kita bersama-sama berintrospeksi, apakah kita 
telah sukses? Apakah kehidupan yang telah kita lalui selama ini telah 
memberikan banyak manfaat bagi lingkungan kita, atau justru malah 
kita yang hanya mengharapkan manfaat dari lingkungan di mana kita 
hidup.



Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.



salam sukses . . . !!!


Tags:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar